FKIK (Ilmu Keperawatan), Vol 5, No 5 (2009)

Font Size:  Small  Medium  Large

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG GANGGUAN JIWA TERHADAP PERAN SERTA KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN SKIZOFRENIA DI UNIT RAWAT JALAN RS GRHASIA DIY

Rizca Augustiany

Abstract


INTISARI    Latar Belakang : Kecenderungan meningkatnya angka gangguan mental psikiatri dikalangan masyarakat saat ini dan yang akan datang akan terus menjadi masalah.Setiap tahunnya jumlah klien kesehatan jiwa cenderung mengalami peningkatan (Boedja, 2003). Peran keluarga dipandang sebagai naluri untuk melindungi anggota keluarga yang sakit. Tugas keluarga dan pengetahuan yang harus dimiliki oleh keluarga klien skizofrenia adalah merawat anggota keluarga yang sakit serta menciptakan lingkungan 

 

Kecenderungan meningkatnya angka gangguan mental psikiatri 

dikalangan masyarakat saat ini dan yang akan datang akan terus menjadi 

masalah dan tantangan bagi tenaga kesehatan khususnya komunitas profesi 

keperawatan. Krisis multi dimensi telah mengakibatkan tekanan yang berat 

pada sebagian besar masyarakat dunia umumnya dan Indonesia pada 

khususnya, masyarakat yang mengalami krisis ekonomi tidak saja akan 

mengalami gangguan kesehatan fisik berupa gangguan gizi, terserang berbagai 

penyakit infeksi tetapi juga dapat mengalami gangguan kesehatan mental 

psikiatri yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas kerja, kualitas 

hidup secara nasional, negara telah dan akan kehilangan satu generasi sehat 

yang akan meneruskan perjuangan dan cita-cita bangsa (Rasmun,2001). 

Sebagai gambaran menurut survei Epidiomologist Cathcment Areas 

(ECA) di Amerika serikat yakni studi epidiomologi psikiatri yang terkenal dan 

terpercaya di dunia menunjukan sekitar 20% orang dewasa mengalami 

gangguan jiwa yang terdiagnosis di setiap tahun, sementara itu 32% dari orang 

dewasa pernah mengalami gangguan jiwa pada suatu saat dalam hidupnya. Di 

Indonesia hasil survei Kesehatan Mental Rumah Tangga (SKMRT) yang 

dilakukan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari menjelaskan, 

Riskesdas 2007-2008 itu mengumpulkan sebanyak 258.366 sampel rumah tangga dan 987.205 sampel anggota rumah tangga untuk pengukuran berbagai 

variabel kesehatan masyarakat.  

 


Full Text: PDF